Larangan Menumpuk Harta dari Hasil Meminta-minta


حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَوَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ

(رواه مسلم)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib  dan Washil bin Abdul A’la keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail  dari Umarah bin Al Qa’qa’ dari Abu Zur’ah  Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang meminta-minta kepada orang banyak untuk menumpuk harta kekayaan, berarti dia hanya meminta bara api. Sama saja halnya, apakah yang diterimanya sedikit atau banyak.”

(HR. Muslim no. 1726)

 

Penjelasan Singkat

Hadis ini menjelaskan bahwa seseorang dilarang menupuk harta dengan cara meminta-minta. Ancamannya adalah harta yang dikumpulkannya kelak akan menjadi bara api, baik banyak maupun sedikit.

 


Hadis ini dikuatkan dalam Sunan Ibnu Majah no. 1828, Musnad Ahmad no. 6866.