Ganjaran Bagi Orang yang Menahan Diri untuk Meminta-minta


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ نَاسًا مِنْ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ:

مَا يَكُونُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

 (رواه البخاري)

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf  telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab  dari ‘Atha’ bin Yazid Al Laitsiy dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu bahwa ada beberapa orang dari kalangan Anshar meminta (pemberian shodaqah) kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, maka Beliau memberi. Kemudian mereka meminta kembali, lalu Beliau memberi. Kemudian mereka meminta kembali lalu Beliau memberi lagi hingga habis apa yang ada pada Beliau. Kemudian Beliau bersabda:

“Apa-apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) sekali-kali tidaklah aku akan meyembunyikannya dari kalian semua. Namun barangsiapa yang menahan (menjaga diri dari meminta-minta), maka Allah akan menjaganya dan barangsiapa yang meminta kecukupan maka Allah akan mencukupkannya dan barangsiapa yang mensabar-sabarkan dirinya maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada (diberikan) kesabaran”.

( HR. Bukhari no. 1376)

 

Penjelasan Hadis

Dalam hadis di atas, Rasul memberitahu ganjaran bagi orang yang menahan keinginannya untuk meminta-minta dan anjuran untuk memohon kecukupan pada Allah swt. Dan dalam hadis itu pun Rasul memberitahu bahwa sebaik-baiknya pemberian Allah adalah kesabaran yang Allah berikan pada hamba-Nya.

 


Hadis ini dikuatkan dalam Shahih Bukhari no. 5989, Shahih Muslim no. 1745, Sunan Abu Dawud no. 1401, Sunan Tirmidzi no. 1947, Sunan Nasai no. 2541, Musnad Ahmad no. 11456, Muwatho Malik 1585, Musnad Darimi no. 1589.