حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
(رواه البخاري)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Abu Bakr telah menceritakan kepada kami Abu Hashin dari Abu Shalih Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kaya hati.”
( HR. Bukhari no. 5965)
Penjelasan Singkat
Hadis tersebut menjelaskan kekayaan merupakan bukan memiliki harta yang banyak, melainkan kekayaan itu kaya akan hati. Maksudnya sikap dan karakter dalam menghadapi berbagai keadaan, tetap bisa menempatkan diri secara bijak dan tepat.
Hadis ini dikuatkan dalam Shahih Muslim no. 1741, Sunan Tirmidzi no 2295, Sunan Ibnu Majah no. 4127, Musnad Ahmad no. 7015.