عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
(رواه البخاري)
Artinya: Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)”
(HR. Bukhari No. 1351)
Mutiara Hadis
- Berinfak di jalan Allah sebab yang dapat memperoleh kebaikan dan keberkahan, karena infak di jalan Allah akan mendapat ganti. Dan gantinya bisa berupa kebaikan yang ada pada diri sendiri, keluarga, dan anak-anak. Bisa juga berupa kesehatan badan, kelapangan dada, dan taufik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
- Tidak sepatutnya seorang Muslim itu bakhil jika ia diberi nikmat oleh Allah berupa harta yang halal; karena pelit bisa menyebabkan hilangnya harta. Dan kehilangan harta bisa berupa kegundahan hati, dan sempitnya dada. Dan kurangnya taufik (petunjuk kepada kebaikan), keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Hadis itu sama redaksinya dengan yang diriwayatkan Imam Muslim no.1678