Hadis 3: Mempertahankan Kesehatan Jasmani


عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ قَالَ كُنَّا فِي مَجْلِسٍ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى رَأْسِهِ أَثَرُ مَاءٍ فَقَالَ لَهُ بَعْضُنَا نَرَاكَ الْيَوْمَ طَيِّبَ النَّفْسِ فَقَالَ أَجَلْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ أَفَاضَ الْقَوْمُ فِي ذِكْرِ الْغِنَى فَقَالَ :

لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنْ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنْ اتَّقَى خَيْرٌ مِنْ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنْ النَّعِيمِ

Artinya: “Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya dari pamannya ia berkata, “Kami sedang duduk-duduk dalam sebuah majelis, lalu Nabi saw datang, sementara di kepalanya masih ada sisa air mandi. Sebagian kami berkata kepada beliau, “Hari ini kami melihatmu tampak bahagia,” beliau lantas menjawab: “Benar, segala puji bagi Allah.” Setelah itu orang-orang hanyut dalam perbincangan masalah kekayaan hingga beliau pun bersabda:

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.”

 

 

Mutiara Hadis

  • Rasulullah menunjukkan kepada para sahabat akan pentingnya kesehatan.
  • Beliau menempatkan kesehatan pada tingkat yang lebih tinggi dari kekayaan.
  • Rasulullah menganggap kesehatan jasmani merupakan salah satu unsur utama kebahagiaan dan juga kesehatan jasmani menjadi salah satu indikator dari kesehatan mental.

(Hadis Riwayat Ibnu Majah 2132, Ahmad 22144.)