عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ :
اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ
Artinya: “Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata:
‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”.
Mutiara Hadis
- Seberapa besar cobaan yang dihadapi manusia itu tergantung pada dan sesuai dengan ujian keimanan dari dirinya sendiri.
- Setiap manusia pasti akan diuji keimanannya oleh Allah, apakah dia pantas dan layak di jadikan seorang yang beriman dan bertaqwa padanya atau malah sebaliknya.
Hadis tersebut terdapat dalam riwayat Abu Daud, hadits nomor 3092, Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud, At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172