حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الْأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ
غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ غَزَوَاتٍ أَخْلُفُهُمْ فِي رِحَالِهِمْ فَأَصْنَعُ لَهُمْ الطَّعَامَ وَأُدَاوِي الْجَرْحَى وَأَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdurrahim bin Sulaiman dari Hisyam dari Hafshah binti Sirin dari Ummu ‘Athiyah Al Anshariyah dia berkata,
“Aku pernah ikut berperang bersama-sama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak tujuh kali peperangan, aku tinggal di perkemahan mereka, memasak makanan untuk mereka, mengobati yang luka dan merawat orang-orang yang sakit
Pesan-pesan hadis:
- Islam tidak melarang wanita menjadi wanita karir
- Pekerjaan seorang wanita tidak selalu harus di rumah
- Wanita boleh menjadi wanita karir sesuai dengan porsinya sebagai wanita
Shahih Muslim no. 3386 (shahih)
Takhrij Hadis:
Sunan ad-Darimi no. 2347; Sunan an-Nasa’i no. 8559