Hadis 15 Anjuran wanita merawat wajah


حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ مُبَارَكٍ عَنْ كَرِيمَةَ بِنْتِ هَمَّامٍ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ إِيَّاكُنَّ وَقَشْرَ الْوَجْهِ فَسَأَلَتْهَا امْرَأَةٌ عَنْ الْخِضَابِ فَقَالَتْ لَا بَأْسَ بِالْخِضَابِ وَلَكِنِّي أَكْرَهُهُ لِأَنَّ حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ رِيحَهُ

Telah menceritakan kepada kami Waqi’ dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ali bin Mubarak dari Karimah binti Hammam dia berkata; saya mendengar Aisyah berkata;

“Wahai sekalian wanita! Hendaklah kalian merawat wajah.” Lalu ada seorang wanita cantik yang bertanya kepadanya; “Bagaimana dengan khidhab (sesuatu yang digunakan untuk mewarnai kuku ataupun yang lainnya).” Aisyah berkata; “Tidak mengapa menggunakan khidab. Akan tetapi, aku tidak menyukainya dan karena orang yang paling aku cintai tidak menyukai baunya.”

 

Pesan-pesan hadis:                                

  • Setiap orang harus dapat merawat apa-apa pemberian dari Allah, termasuk wajah
  • Perempuan dianjurkan merawat wajah untuk menyenangkan suaminya
  • Perempuan juga dibolehkan mewarnai kukunya atau hal lain sebagai identitas seorang perempuan

Musnad Ahmad no. 25188 (hasan)

Takhrij Hadis:

Sunan Abu Daud no. 4635; Musnad Ahmad no. 24299