أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَهُوَ ابْنُ عِمَارَةَ عَنْ غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ الْأَشْعَرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Mas’ud ia berkata; telah menceritakan kepada kami Khalid ia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit -Yaitu Ibnu Umarah- dari Ghunaim bin Qais dari Al Asy’ari ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wanita mana saja yang memakai minyak wangi kemudian melintas pada suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia adalah pezina.”
Pesan-pesan hadis:
- Rasulullah merupakan teladan yang baik, beliau selalu menjaga bau tubuhnya agar tidak tercium bau yang tidak mengenakkan dengan menggunakan wewangian
- Menjaga keharuman tubuh ialah agar orang lain nyaman berada bersama kita
- Namun, jika seorang wanita menggunakan wewangian dengan berniat untuk menjadi perhatian lawan jenisnya, itulah yang dilarang
Sunan an-Nasa’i no. 5062 (hasan)
Takhrij Hadis:
Sunan Abu Daud no. 3644; Sunan ad-Darimi no. 2565; Musnad Ahmad no. 19141, 19271, 19304