Keutamaan Membantu Janda dan Orang Miskin


حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍيَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ كَالَّذِي يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ

Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abdullah dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim yang merafa’kan (menyandarkannya) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

“Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad dijalan Allah atau seperti orang yang selalu berpuasa siang harinya dan selalu shalat malam pada malam harinya.”

 

Pesan-pesan hadis:

  • Kewajiban suami ialah menafkahi istrinya
  • Ketika suami telah tiada, maka istrinya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi jika ia mempunyai tanggungan anak
  • Membantu janda dan orang miskin artinya telah membantu kehidupan mereka, dan Allah akan membalasnya dengan berbagai pahala

Shahih Bukhari no. 5574 (shahih)

Takhrij Hadis:

Shahih Bukhari no. 4959, 5575; Shahih Muslim no. 5299; Sunan at-Tirmidzi no. 1888; Sunan an-Nasa’i no. 2543; Sunan Ibnu Majah no. 2131; Musnad Ahmad no. 8532