Wanita Tidak Boleh Meminta Cerai Tanpa Alasan


حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلَاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Asma` dari Tsauban, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapapun wanita yang meminta cerai kepada suaminya bukan karena kesalahan, maka haram baginya bau surga.”

 

Pesan-pesan hadis:

  • Memutuskan menikah sama dengan berani untuk menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing pasangan
  • Berumah tangga haruslah menggunakan ilmu
  • Berumah tangga tidak akan terlepas dari masalah, namun sebaiknya masalah tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik selama tidak melanggar aturan-aturan agama

Sunan Abu Daud no. 1902 (shahih)

Takhrij Hadis:

Sunan at-Tirmidzi no. 1104; Sunan Ibnu Majah no. 2045; Sunan ad-Darimi no. 2199; Musnad Ahmad no. 21788, 21851