Terhadap Anak-Anak


Rasulullah sangat menyayangi anak-anak. Kepada cucu-cucunya, mereka sering digendong, diajak shalat di masjid, dicium dan dielus kepalanya. Kepada Fatimah, beliau sering mempersilahkannya duduk di sebelahnya. Jika ada makanan yang bisa dibagikan, beliau akan memulai dengan membagikannya kepada anak-anak.

Kesimpulan di atas dapat dilihat dari riwayat berikut:

Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata:

Pada suatu hari beberapa orang Arab badui datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya: Apakah kamu mencium anak-anak kecilmu? Rasulullah menjawab:

Ya. Lalu mereka berkata lagi: Akan tetapi, demi Allah, kami belum pernah memeluknya. Rasulullah SAW lalu bersabda:

Aku tidak dapat berbuat apa-apa jika Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hati kamu sekalian.

(HR. Muslim)


Hadis riwayat Anas ibn Malik ra. ia berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda:

Tadi malam aku dikaruniai seorang anak yang aku beri nama dengan nama bapakku, yaitu Ibrahim.

Beliau lalu menyerahkan kepada Ummu Saif, istri seorang tukang pandai besi yang biasa dipanggil Abu Saif. Suatu hari beliau berangkat menemuinya dan aku mengikutinya sampai bertemu Abu Saif yang sedang meniup alat peniup api, sehingga rumahnya penuh dengan asap. Aku mempercepat jalan di hadapan Rasulullah dan aku berkata: Wahai Abu Saif, berhentilah karena Rasulullah ﷺ telah datang. Kemudian dia berhenti lalu Nabi ﷺ memanggil putranya yang masih kecil lantas memeluknya dan mengatakan sesuatu yang Allah kehendaki. Lebih lanjut Anas berkata: Aku melihat dia memperdaya dirinya menghadapi sakaratul maut di hadapan Rasulullah hingga kedua mata beliau mengalirkan air mata lantas bersabda:

Mata mengucurkan air mata dan hati merasa sedih serta aku hanya akan mengatakan perkataan yang diridai Tuhanku. Demi Allah, wahai Ibrahim, sesungguhnya kami sangat sedih (atas kematianmu).

(HR. Muslim)


Sahih Muslim, hadis No.4279.