Shalat Jenazah


  • Jenazah Rasulullah ﷺ tidak dibawa ke masjid yang terletak bersebelahan dengan rumah baginda untuk dishalatkan, namun para sahabat menshalatkan jenazah yang mulia itu di tempat jenazah itu berada, yaitu di kamar Aisyah.
  • Karena rumah/kamar itu kecil, maka shalat pun diadakan bergantian tanpa ada imam. Setiap kelompok sekitar sepuluh orang shalat secara bergantian.
  • Yang pertama menshalatkan diberikan kepada keluarga, kemudian kaum Muhajirin, kemudian Anshar. Laki-laki terlebih dahulu baru kemudian perempuan, baru kemudian anak-anak.
  • Shalat jenazah ini dilaksanakan pada hari Selasa seharian penuh sampai masuk malam Rabu.