Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan hak wanita. Kasih sayangnya terhadap istri-istri dan ank-anaknya merupakan bukti kepeduliannya. Penghormatannya kepada ibu kandungnya, ibu asuhnya, ibu angkatnya, ibu susunya adalah satu potret yang sangat baik sebagai seorang yang berbudi pekerti luhur.
Kisah lain, beliau memerintahkan kusir kendaraan untuk berlaku lembut kepada wanita.
Beliau juga mewasiatkan laki-laki/suami untuk berbuat baik kepada perempuan/istri.
Anas ibn Malik ra. berkata:
Ketika Rasulullah ﷺ dalam suatu perjalanannya ada seorang pelayan berkulit hitam bernama Anjasyah sedang memacu kudanya dengan bersyair (kuda yang membawa istri-istri Nabi ﷺ). Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:
Wahai Anjasyah, pelan-pelan saja memacu kuda dan berlaku lembutlah kepada kaum wanita.
(HR. Muslim)
Dari Ibn Umar ra. Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang terbaik (perilakunya) kepada istri-istrinya.
(HR. Ibn Majah)
Pesan Rasulullah ﷺ dalam Khutbah Wada’:
Bertaqwalah kalian kepada Allah. Pada istri-istri, sesungguhnya kalian sudah mengambilnya dengan amanat Allah dan kalian halalkan berhubungan intim dengan kalimat Allah dan hak kalian ke atas mereka adalah mereka todak mengizinkan orang yang kalian tidak sukai untuk menginjak tikar di rumah (memasuki rumah), jika mereka melakukan hal itu, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti dan kewajiban kalian untuk memberikan nafkah mereka, pakaian mereka dengan bijak.
(HR. Muslim, Abu Daud, Ahmad dan al-Darimi)
Sahih Muslim, hadis no. 4287.
Hados hasan, diriwayatkan oleh Ibn Majah, hadis no. 1968.
Hadis tentang Khutbah Wada’ di atas diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 3137; Abu Daud, hadis no. 1628; Ahmad, hadis no. 16101; al-Darimi, hadis no. 1778.