Hendaklah Bertanya Apabila Kurang Paham


حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ لَا تَسْمَعُ شَيْئًا لَا تَعْرِفُهُ إِلَّا رَاجَعَتْ فِيهِ حَتَّى تَعْرِفَهُ وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا قَالَتْ فَقَالَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ

Artinya : Sa’id bin Abi Maryam telah menyampaikan kepada kami, ia berkata Nafi’ bin Umar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata Ibn Abi Mulaikah telah menyampaikan kepadaku, bahwasanya apabila Aisyah istri Nabi Saw mendengar sesuatu yang tidak ia fahami maka ia akan menanyakan perkara tersebut hingga ia memahaminya. Sesungguhnya Nabi Saw pernah bersabda : “ barangsiapa yang dihisab maka ia akan disiksa.” Aisyah berkata: “aku bertanya kepada beliau “bukankah Allah Swt berfirman: “Maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (Q.S al-Insyiqaq:8).” Rasulullah Saw menjawab: “Maksud ayat itu hanya ditampakkan saja dihadapannya, tetapi jika hisab dilakukan dengan teliti maka ia pasti celaka.” (H.R Bukhari Kitab Ilmu no.103).

Syarah Hadis : Perkataan “barangsiapa yang mendengar sesuatu hendaklah ia menanyakan hingga ia paham.” Perkataan tersebut menunjukan semangat dari seorang manusia apabila disampaikan padanya sesuatu hal yang belum ia pahami, maka ia akan menanyakannya hingga paham. Hadis ini juga bisa dipahami dengan bolehnya sang murid menanyakan sesuatu yang masih belum dimengerti kepada sang guru. Bukan dengan tujuan untuk membantah, akan tetapi dengan tujuan menghilangkan keragu-raguan dan ketidakjelasan. Murid memiliki hak untuk mendapatkan kejelasan ilmu yang disampaikan oleh gurunya. (Syarah Shahih Bukhari, jilid 1:413).