قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَخْبَرَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الْإِبِلِ بِبُصْرَى
رواه البخاري
Sa’id bin al-Musayyab mengatakan: telah mengabarkan kepadaku Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
Hari kiamat tidak akan tiba hingga api keluar dari tanah Hijaz yang bisa menyinari leher-leher unta di Bushra.
(HR. Bukhari)
Penjelasan:
- Zaghlu an-Najar menjelaskan dari segi sainsnya pada wilayah Hijaz mengisyaratkan bahwa letusan gunung berapi membentuk ladang lahar Rahth telah dimulak sejak jutaan tahun yang lalu.
- Kemudian, letusan gunung ini membentuk kerucut yang memuntahkan berjuta-juta ton lahar. Kerucut ini masih mengalami getaran ringan yang menandakan masih aktifnya gunung berapi tersebut. Sehingga suatu saat nanti letusan vulkanik akan terjadi dan keluar dari tanah Hijaz.
- Munculnya api dari Hijaz sebenarnya telah terjadi pada masa ulama terdahulu dan terdapat beberapa pendapat mengenai munculnya api tersebut.
Sahih Bukhari, No. 6585. Lihat juga: Sahih Muslim, No. 5164.