Larangan Menebang Pohon


Rasulullah Saw juga memperhatikan tanaman/tumbuhan yang ada di sekelilingnya. Keberadaan pohon di tengah padang pasir yang tandus adalah bentuk keserasian alam yang saling memenuhi kebutuhan makhluk lainnya salah satu bentuknya adalah berteduh dan berlindung. Menebang pohon berarti sama halnya dengan menghilangkan sarana yang bermanfaat baik oleh manusia ataupun hewan-hewan yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu wajar rasanya Rasulullah Saw mengancam orang yang menebang pohon akan dibenamkan oleh Allah Swt di akhirat kelak sebagaimana sabdanya di bawa ini:

من قطع سدرة صوب الله رأسه في النار. رواه أبو داود وقال هذا الحديث مختصر يعني : من قطع سدرة في فلاة يستظل بها ابن السبيل والبهائم غشما وظلما بغير حق يكون له فيها ; صوب الله رأسه في النار

“Barang siapa menebang pohon bidara maka akan dituangkan di atas kepalanya air yang panas.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, ini hadis ringkas dari hadis lain yakni, “Barang siapa menebang pohon bidara yang menaungi ibnu sabil, hewan ternak dengan zalim dan cara tidak baik, maka Allah akan menuangkan air panaspada kepalanya di neraka.(HR. Abu Dawud)