عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من مسلم يغرس غرسا إلا كان ما أكل منه له صدقة وما سرق منه له صدقة وما أكل السبع منه فهو له صدقة وما أكلت الطير فهو له صدقة ولا يرزؤه أحد إلا كان له صدقة
“Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang Muslim yang bercocok tanam kecuali setiap tanaman yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR Muslim, No: 5161)
Hadits ini memotivasi manusia untuk mau bercocok tanam, memanfaatkan tanah yang tersedia, di samping bernilai ekonomis juga bernilai sedekah. Di samping itu penanaman pohon dapat menghasilkan oksigen, bermanfaat untuk melindungi lapisan ozon yang mulai menipis dan mengurangi pencemaran udara.
Akibat dari semakin menipisnya lapisan ozon sebagai pelindung bumi, maka suhu permukaan bumi pun akan meningkat. Sehingga akan mempengaruhi terjadinya penguapan air di permukaan bumi menjadi tidak stabil.
Dan akhirnnya akan mengakibatkan terjadinya musim hujan yang berkepanjangan, atau musim kemarau yang tiada akhir. Bahkan sulit memprediksi terjadinya pergantian musim, hembusan arus angin yang terkadang membawa badai, dan curah hujan yang tinggi di daerah kawasan tropis menjadikan tanahnya lebih cepat mengalami kekeringan.