Balasan Musibah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

 (HR. Muslim 4831)

Mutiara Hadis:

  • Hadis ini menjelaskan pentingnya penyebaran Islam dan ajarannya dengan cara hikmah dan atas dasar ilmu.
    Seyogyanya dakwah kepada Allah dan menyebarkan Islam dan ajarannya harus dengan sarana yang paling utama dan cara-cara yang disyari’atkan yang bisa berpengaruh dalam semua tempat dan semua masyarakat.
  • Hadis ini memberikan peringatan yang sangat keras terhadap dakwah yang dapat merusak akidah atau hukum syar’I atau merusak akhlak yang terpuji atau perilaku-prilaku yang baik.

Abu Dawud no. 3993. Tirmidzi no. 2598, Ibnu Majah no. 202, Ahmad no. 8795, Darimi no. 512.