عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّ، أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ، رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ:
“أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ”
Zaid bin Arqam melihat suatu kaum shalat di waktu dhuha, maka dia berkata:
“Tidakkah mereka tahu bahwa shalat di luar waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat Awwabin dilaksanakan ketika anak unta mulai beranjak karena kepanasan.”
Kandungan Hadis:
– Shalat sunnah awwabin dikerjakan waktu dhuha.
– Perbedaannya dengan shalat dhuha adalah waktu pelaksanaannya. Shalat sunnah awwabin dikerjakan di akhir waktu dhuha.
HR. Muslim: 748