Hadis 8: Waktu Pelaksanaan Shalat Awwabin


عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّ، أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ، رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ:

“أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ”

Zaid bin Arqam melihat suatu kaum shalat di waktu dhuha, maka dia berkata:

“Tidakkah mereka tahu bahwa shalat di luar waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat Awwabin dilaksanakan ketika anak unta mulai beranjak karena kepanasan.”

Kandungan Hadis:
– Shalat sunnah awwabin dikerjakan waktu dhuha.
– Perbedaannya dengan shalat dhuha adalah waktu pelaksanaannya. Shalat sunnah awwabin dikerjakan di akhir waktu dhuha.

 

HR. Muslim: 748