Hadis 25: Waktu Jawaban dari Allah


عَنْ يُوسُفَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ:

“صَحِبْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ أَتَعَلَّمُ مِنْهُ فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ قَالَ آذِنْ النَّاسَ بِمَوْتِي فَآذَنْتُ النَّاسَ بِمَوْتِهِ فَجِئْتُ وَقَدْ مُلِئَ الدَّارُ وَمَا سِوَاهُ قَالَ فَقُلْتُ قَدْ آذَنْتُ النَّاسَ بِمَوْتِكَ وَقَدْ مُلِئَ الدَّارُ وَمَا سِوَاهُ قَالَ أَخْرِجُونِي فَأَخْرَجْنَاهُ قَالَ أَجْلِسُونِي قَالَ فَأَجْلَسْنَاهُ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلًا أَوْ مُؤَخِّرًا. قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالِالْتِفَاتَ فَإِنَّهُ لَا صَلَاةَ لِلْمُلْتَفِتِ فَإِنْ غُلِبْتُمْ فِي التَّطَوُّعِ فَلَا تُغْلَبُنَّ فِي الْفَرِيضَةِ

Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam dia berkata:

“Aku menyertai Abu Darda` untuk belajar darinya, maka ketika ajalnya tiba dia berkata, “Sebarkanlah kepada orang-orang akan kematianku,” maka aku pun menyebarkannya kepada orang-orang. Ketika aku kembali, ternyata rumahnya telah penuh dengan orang.” Yusuf berkata, “Aku berkata, “Aku telah sebarkan kepada orang-orang tentang kematianmu (sakaratul maut), dan ternyata rumah (mu) telah penuh (dengan orang). Kemudian Abu Darda’ berkata, “Keluarkanlah aku,” maka kami mengeluarkannya. Kemudian dia berkata, “Dudukkanlah aku.” Yusuf berkata, “Maka kami pun mendudukkannya, kemudian dia berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berdiri dan melaksanakan shalat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang dia minta dengan segera atau diakhirkan.” Kemudian Abu Darda’ melanjutkan, “Wahai manusia, jauhilah oleh kalian menoleh dalam shalat, karena tidak ada shalat bagi orang yang menoleh, jika kalian kalian terkalahkan dalam shalat sunnah, maka jangan sampai itu terjadi dalam shalat wajid.” 

Kandungan Hadis:
– Keutamaan shalat hajat adalah akan diberikan apa yang menjadi hajat (kebutuhan), baik di awal mau pun di akhir.

HR. Ahmad: 26950