Hadis Kedua


قال الامام الترمذي رحمه الله:

حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَإِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ لَيْسَ بِذَاكَ الْقَوِيِّ عِنْدَهُمْ تُكُلِّمَ فِيهِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ

Imam al-Tarmidzi Berkata R.A berkata:

Telah menceritakan kepada kami Abu al Asy’ats Ahmad bin al Miqdam Al ‘Ijli Al Bashri telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yahya bin Thalhah telah bercerita kepada kami Ibnu Ka’b bin Malik dari bapaknya dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat para ulama, atau untuk mengolok-olok orang bodoh atau untuk mengalihkan pandangan manusia kepadanya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka”. Abu Isa berkata; ‘Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur sanad ini. Ishaq bin Yahya bin Thalhah derajatnya bukan kuat menurut mereka, dan dia dibicarakan dari segi hafalannya.

(HR Tirmidzi 2578, hasan)

Pesan-Pesan Hadis :

  1. Menuntut ilmu wajib diniatkan hanya untuk kebaikan
  2. Tidak boleh menuntut ilmu dengan tujuan mendebat  para ulama’
  3. Tidak boleh mengolok-olok orang yang kurang pandai atau tidak mengetahui suatu ilmu
  4. Tidak boleh mencari ilmu dengan tujuan hanya untuk memperoleh kehormatan, pangkat, atau jabatan di hadapan manusia
  5. Ancaman bagi orang-orang yang tidak memiliki niat karena Allah dalam menuntut ilmu adalah neraka

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah 249