Perhatikan tata cara berikut ini agar menyambung dua surat tidak terjadi kesalahan ! Sebagai contoh kita akan menyambung akhir Surat Al-Humazah dan akan melanjutkan membaca surat berikutnya, yaitu Surat Al-Fil.
- Mewaqafkan semua
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ (وقف)
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحـْمَٰنِ ٱلرَّحِيـمِ (وقف)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Audio
- Mewaqafkan akhir surat, Mewashalkan basmalah dengan awal surat :
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ (وقف)
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحـْمَٰنِ ٱلرَّحِيـمِ (وصل)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Audio
- Mewashalkan semua :
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ (وصل)
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحـْمَٰنِ ٱلرَّحِيـمِ (وصل)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Audio
Peringatan Keras : Jika ingin menyambung dua surat, syaratnya adalah :
- Bacaan mutlak harus benar, tidak boleh salah. Silakan pilih salah satu dari contoh bacaan di atas.
- Seperti yang pernah kita bahas, bahwa mewashalkan bacaan diperlukan nafas yang cukup. Jika tidak, jangan dipaksakan. Waqaf saja !
- Ada satu cara yang salah jika ingin menyambung dua surat, yaitu mewashalkan akhir surat dengan basmalah kemudian waqaf. Jika ini dilakukan, maka seakan-akan basmalah menjadi akhir surat yang kita baca. Contoh :
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيـمِ (وصل)
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحـْمَٰنِ ٱلرَّحِيـمِ (وقف)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Audio
Tanbih :
Cara menyambung dua surat seperti contoh di atas berlaku untuk semua surat kecuali menyambung akhir surat Al-Anfal dengan awal surat At-Taubah. Silakan pelajari degan baik pada bahasan selanjutnya.