Imam Muslim


Biografi Imam Muslim

Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi.

Tempat tanggal lahir
Imam Muslim dilahirkan di Naisabur tahun 202 H atau 817 M. Naisabur, saat ini termasuk wilayah Rusia. Dalam sejarah Islam, Naisabur dikenal dengan sebutan Maa Wara’a an Nahr, daerah-daerah yang terletak di belakang Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Setelah mengarungi kehidupan yang penuh berkah, Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan di makamkan di kampung Nasr Abad daerah Naisabur pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun

Rihlah keilmuan

Dalam berbagai sumber, Muslim tercatat pernah ke Khurasan. Di kota ini Muslim bertemu dan berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Pada rihlahnya ke Makkah untuk menunaikan haji 220 H, Muslim bertemu dengan Qa’nabi,- muhaddits kota ini- untuk belajar hadits padanya.

Selain itu Muslim juga menyempatkan diri ke Hijaz. di kota Hijaz ia belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas ‘Abuzar. Di Irak Muslim belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Kemudian di Mesir, Muslim berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya. Termasuk ke Syam, Muslim banyak belajar pada ulama hadits kota itu.

Diantara guru-gurunya ialah:

  • Usman bin Abi Syaibah
  • Abu Bakar bin Syaibah
  • Syaiban bin Farukh
  • Abu Kamil al-Juri
  • Amar an-Naqid
  • Zuhair bin Harab
  • Muhammad bin Musanna
  • Muhammad bin Yasar
  • Harun bin Sa’id al-Aili
  • Qutaibah bin sa’id dan lain sebagainya.

Murid-muridnya adalah:

  • Abu Hatim ar-Razi
  • Musa bin Harun
  • Ahmad bin Salamah
  • Yahya bin Said
  • Abu Amar Ahmad bin al-Mubarak al-Mustamli
  • Abu Awanah al-Isfarayini, dan lainnya

Karya-karya

  • Al-Jamius Syahih
  • Al-Musnadul Kabir Alar Rijal
  • Kitab al-Asma’ wal Kuna
  • Kitab al-Ilal
  • Kitab al-Aqran
  • Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal
  • Kitab al-Intifa’ bi Uhubis Siba’
  • Kitab al-Muhadramain
  • Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin
  • Kitab Auladus Sahabah
  • Kitab Auhamul Muhadisin.

Kontribusi terhadap hadis ilmu hadis

Imam Muslim dalam menetapkan kesahihan hadits yang diriwayatkkanya selalu mengedepankan ilmu jarh dan ta’dil. Metode ini ia gunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Selain itu, Imam Muslim juga menggunakan metode sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat). Dalam kitabnya, dijumpai istilah haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarani (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), maupun qaalaa (ia berkata). Dengan metode ini menjadikan Imam Muslim sebagai orang kedua terbaik dalam masalah hadits dan seluk beluknya setelah Imam Bukhari.