26. Ampunan Allah


عن أَبُو بَكْرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ

{ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

Dari Abu Bakar, ia berkata; “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang laki-laki melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berdiri bersuci dan shalat, lalu ia meminta ampun kepada Allah kecuali Allah pasti akan mengampuninya.”

Kemudian beliau membaca ayat ini:

(Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka) hingga akhir ayat.”

 

Kandungan Hadis:
– Merupakan amalan sunnah yang pahalanya banyak dicari
– Dengan taubat yang sungguh, berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi kesalah sebelumnya dan beristigfar sebanyaknya maka dosa hamba tersebut akan diampuni.
– Shalat sunnah taubat merupakan bentuk ketakwaan dan kesadaran seorang hamba.

(HR. al-Tirmidzi: 371)