إذا مجع اخلالئق اندى مناد أين أهل الفضل؟ فيقوم أانس وهم يسريون سراعا إىل اجلنة فتتلقاهم املالئكة فيقولون: إان نراكم سراعا إىل اجلنة فمن أنتم؟ فيقولون: حنن أهل الفضل. فيقولون: ما كان فضلكم؟ فيقولون: إذا ظلمنا صربان، وإذا أسيء إلينا عفوان. فقال هلم: ادخلوا اجلنة فنعم أجر العاملني. مث ينادى املنادي أين أهل الصرب؟ فيقوم أانس منهم يسريون سراعا إىل اجلنة فتتلقاهم املالئكة فيقولون: إان نراكم سراعا إىل اجلنة فمن أنتم؟ فيقولون: حنن أهل الصرب. فيقولون: ما كان صربكم؟ فيقولون: كنا نصرب على مصيبة هللا. فيقال هلم: ادخلوا اجلنة. مث ينادي أين املتحابون ىف هللا؟ فيقوم أانس منهم يسريون سراعا إىل اجلنة، فتتلقاهم املالئكة فيقولون: إان نراكم سراعا إىل اجلنة فمن أنتم؟ فيقولون: حنن املتحابون ىف هللا. فيقولون: ما كان حتاببكم؟ فيقولون: كنا نتحاب يف هللا ونتبادل ىف هللا. فيقال هلم: ادخلوا اجلنة.
“Apabila Allah telah mengumpulkan seluruh makhluk, maka akan ada suatu panggilan, ‘Manakah
orang-orang yang utama?’ Kata Rasul, ‘Maka keluarlah beberapa orang. Mereka berjalan cepatcepat menuju surga.” Para malaikat menemui mereka lalu menegur, ‘Sesungguhnya kami melihat
kalian cepat-cepat menuju surga. Siapakah tuan-tuan?’ Jawab orang-orang itu, ‘Kami adalah
orang-orang yang utama.’ ‘Apakah keutamaan kalian?,’ tanya malaikat. Mereka menjawab,
‘Apabila dianiaya, maka kami bersabar dan apabila diperlakukan buruk, maka kami memaafkan.’
Maka dikatakanlah kepada mereka, ‘Masuklah tuan ke surga! Surga itulah sebaik-baik pahala
bagi orang-orang yang beramal.’ Selanjutnya terdengar pula seruan, ‘Manakah orang-orang yang
sabar?’ Maka bangkitlah beberapa orang yang telah bersabar. Mereka berjalan cepat menuju
surga. Para malaikat menemui mereka lalu menegur, “Sesungguhnya kami melihat kalian berjalan
cepat-cepat ke surga. Siapakah tuan-tuan?’ Jawab orang-orang itu, ‘Kami adalah orang-orang
yang sabar.’ Tanya para malaikat, ‘Apakah kesabaran tuan-tuan?’ Maka jawab mereka, ‘Kami
sabar menerima musibah dari Allah.’ Maka dipersilahkan mereka, ‘Masuklah tuan-tuan ke surga!’
Kemudian diseru pula, ‘Manakah orang-orang yang saling mencintai karena Allah?’ Maka
berdirilah beberapa orang yang telah saling mencintai karena Allah. Mereka berjalan cepat-cepat
menuju surga. Para malaikat menemui mereka, lalu bertanya, ‘Sesungguhnya kami melihat kalian
cepat-cepat menuju surga. Siapakah tuan-tuan?’ Jawab orang-orang itu, ‘Kami adalah orangorang yang saling mencintai karena Allah.’ Tanya para malaikat, “Bagaimanakah kalian saling
mencintai?’ Jawab mereka, ‘Kami saling mencintai karena Allah dan saling berkorban karena
Allah.’ Merekapun dipersilahkan, “Masuklah tuan-tuan ke surga!’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam al-Shu’ab, Ibn Abi al-Dunya dalam alHulum secara ringkas sampai dengan perkataan العاملني أجر فنعم , al-‘Abdi dalam al-Rawdah seperti yang dinukil oleh Ibn Qudamah dalam al-Mutahabbin fi Allah. Semuanya dari ‘Amr bin Shu’ayb dari bapaknya dari kakeknya melalui Mughirah al-Shami. Redaksi ini adalah redaksi al-‘Abdi.1569
Hukum Hadis: Da’if.
al-Bayhaqi mengatakan bahwa matan-nya gharib dan pada sanadnya terdapat kelemahan.
al-‘Iraqi juga berpendapat demikian ketika beliau menukil pendapat al-Bayhaqi dan
menambahkan bahwa Mughirah al-Shami tidak dikenal (majhul).1570 Karena itu, hadis ini da’if
- 1569 al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 6, hlm. 263, h.n. 8086; ‘Abd Allah bin Muhammad bin ‘Ubayd @ Ibn Abi al-Dunya, al-Hulum, Tah. Muhammad ‘Abd al-Qadir ‘Ata’, Mu’assasah al-Kutub al-Thaqafiyyah, Bayrut, 1993, hlm.49-51, h.n. 56; Ibn Qudamah, al-Mutahabin fi Allah, hlm. 35, h.n. 25.
- 1570 al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 2, hlm. 174.