عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا سَلَّمَ فِى الْوِتْرِ قَالَ « سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (رواه أبو داود: ١٤٣٢).
Artinya: hadis ini dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata: “Rasulullah SAW apabila salam dalam shalat witir, Rasul mengucapkan: ‘Subhaanal malikil qudduus’ (Maha Suci Allah Yang Maha Merajai lagi Maha Suci). (HR Abu Dawud: 1432).
Hadis ini menjelaskan salah satu amalan dzikir yang dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah mengucapkan salam pada akhir shalat witir. Ubay bin Ka’ab RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW membaca tasbih “Subhaanal malikil qudduus” yang artinya “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai lagi Maha Suci.” Hadis ini menunjukkan adanya sunnah untuk membaca dzikir tertentu setelah selesai melaksanakan shalat witir. Mengamalkan dzikir ini merupakan bentuk penyempurnaan ibadah dan mengikuti contoh dari Rasulullah SAW dalam berdzikir dan memuji kebesaran Allah SWT setelah menunaikan shalat.