Hadis ke-10


عن بن عمر قال : كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يفصل بين الوتر والشفع بتسليمة ويسمعناها )رواه احمد بن حنبل: ٥٤٦١). تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده قوي.

Artinya: hadis ini dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW memisahkan antara shalat witir dan shalat genap (syafa’) dengan satu salam, dan beliau memperdengarkannya kepada kami. (HR Ahmad bin Hanbal: 5461). Ta’liq Syu’aib al-Arna’uth: Sanadnya kuat.

Hadis ini menjelaskan tata cara Rasulullah SAW dalam melaksanakan shalat witir yang didahului oleh shalat syafa’ (shalat genap sebelum witir). Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW memisahkan antara rakaat-rakaat shalat syafa’ (misalnya dua rakaat sebelum witir) dengan rakaat witir (satu rakaat atau lebih) menggunakan satu salam. Rasulullah tidak langsung menyambung rakaat terakhir witir dengan rakaat-rakaat sebelumnya tanpa adanya pemisah salam. Lebih lanjut, Ibnu Umar menekankan bahwa salam pemisah ini diperdengarkan oleh Rasulullah kepada para sahabat, menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari tata cara yang beliau ajarkan dan hendaknya diperhatikan. Dengan sanad yang dinilai kuat, hadis ini menjadi dalil bagi pemisahan antara shalat syafa’ dan witir dengan salam.