1. Thaharah Dicintai oleh Allah
عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّالنَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّالْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ
“Sesungguhnya Allah SWT itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, mulia dan menyukai kemuliaan, bagus dan menyukai kebagusan. Karenanya, bersihkanlah lingkunganmu.” (HR. At – Tirmidzi).
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa setiap Muslim dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena kebersihan, keindahan, dan kesucian adalah sesuatu yang disukai oleh Allah SWT.
2. Thaharah adalah Sebagian dari Iman
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: “Bersuci itu merupakan setengah dari iman.” (HR. Muslim)
Disebutkan dalam hadis tersebut bahwa menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk keimanan seorang Muslim.
3. Ibadah Ditolak Jika Tidak Bersuci
ابْنَ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
Artinya: “Ibnu Umar berkata, ‘Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, tidak diterima salat seseorang tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari curian.” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa seorang Muslim wajib hukumnya bersuci sebelum melakukan suatu ibadah. Seorang Muslim yang beribadah dalam keadaan kotor, tidak akan diterima amalannya.
4. Bersihkan segala sesuatu karena Islam dibangun atas kebersihan
تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ
Artinya: “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR Ath-Thabrani).
Berdasarkan hadis di atas, umat Islam dianjurkan untuk membersihkan segala sesuatu sesuai kemampuannya masing-masing. Hal itu karena Islam sendiri dibangun atas dasar kebersihan.
5. Allah SWT menjanjikan surga bagi orang yang membersihkan dahan pohon di jalan
مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga,” (HR Muslim).
Terlihat jelas dari hadis tersebut bahwa Allah SWT menjanjikan surga bagi yang membersihkan dahan pohon di jalanan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan dahan pohon yang berserakan di jalan bisa menghindari kemacetan lalu lintas dan tidak menghalangi pejalan kaki.
6. Keutamaan Menyempurnakan Wudhu
إِذَا تَوَضَّأَ العَبْدُ المُسْلِمُ أَوِ المُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، حَتَّى يَخْرُجَنَ قِيًّامِنَ الذُّنُوبِ
Apabila seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang dilihat oleh kedua matanya bersama air atau bersama tetesan air terakhir. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang diperbuat oleh kedua tangannya bersama air atau bersama tetesan air terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, maka akan keluar setiap dosa yang dilangkahkan oleh kedua kakinya bersama air atau bersama tetesan air terakhir, hingga dia keluar (selesai wudhu) dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. (HR. Muslim)
Keutamaan menyempurnakan wudhu berdasarkan hadis tersebut:
Wudhu Sempurna = Pembersihan Dosa
Menyempurnakan wudhu berfungsi sebagai pembersih dosa-dosa kecil yang melekat pada anggota badan. Setiap tetes air wudhu yang mengalir dari wajah, tangan, dan kaki, akan meluruhkan (menggugurkan) dosa-dosa yang dilakukan oleh indra dan anggota tubuh tersebut. Hasil akhirnya, seorang Muslim akan keluar dari wudhu dalam keadaan bersih total dari dosa-dosa kecil yang telah dia perbuat.
7. Wudhu Sebagai Cahaya di Hari Kiamat
إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرّاً مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya pada muka dan kaki karena bekas wudhu. Maka barang siapa di antara kalian yang mampu untuk memanjangkan cahayanya (di anggota wudhunya), hendaklah ia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Wudhu yang dilakukan dengan sempurna akan menjadi cahaya terang (ghurr dan muhajjalīn) di wajah, tangan, dan kaki umat Nabi Muhammad ﷺ pada Hari Kiamat.
Ini adalah tanda pengenal yang membedakan mereka. Dianjurkan untuk memanjangkan basuhan wudhu (melebihi batas wajib) untuk memperluas cahaya tersebut.
8. Tata Cara Bersuci setelah Haid
إِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
Jika datang haid, tinggalkan shalat. Jika telah selesai, mandilah dan shalatlah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menetapkan dua hukum penting terkait haid:
Saat Haid Datang: Wanita wajib meninggalkan ibadah shalat (dan ibadah lain yang mensyaratkan suci, seperti puasa dan tawaf).
Saat Haid Selesai: Setelah darah haid berhenti (adbarat), wanita wajib melakukan mandi besar (ghusl) untuk menghilangkan hadas besar. Setelah mandi, ia boleh dan wajib kembali melaksanakan shalat.
Intinya: Darah haid membatalkan kesucian untuk beribadah. Untuk kembali suci dan sah beribadah, mandi wajib adalah keharusan mutlak setelah masa haid berakhir.
9. Kewajiban Mandi Junub
حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا، يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ
“Merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk mandi setiap tujuh hari sekali, di mana ia mencuci kepala dan badannya pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim, di sini merujuk pada mandi hari Jumat)
Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh secara rutin (minimal seminggu sekali) dan secara khusus mengaitkannya dengan mandi untuk shalat Jumat agar suasana ibadah lebih nyaman dan khusyuk bagi semua.
10. Menjaga kebersihan tubuh
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ) الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ،وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ
Artinya: “Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini adalah panduan fundamental dari Nabi Muhammad ﷺ yang mengajarkan bahwa menjaga kebersihan dan estetika tubuh (disebut fitrah) adalah bagian integral dari ajaran Islam dan kesempurnaan iman. Amalan ini harus dilakukan secara rutin untuk memastikan kebersihan lahiriah, sehingga mendukung kesucian batiniah dan kesiapan untuk beribadah.