81


terus menghantui, seakan-akan kejadian buruk itu akan terjadi

berulang kali. Hidup menjadi sempit karena hati dipenuhi

bayangan kesalahan orang lain. Dalam keadaan seperti itu, sulit

untuk melihat ke depan, sebaliknya, memaafkan berarti

melepaskan ikatan yang membebani jiwa. Dengan memaafkan,

seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk kembali hidup

dalam kedamaian.

Memaafkan tidak sama dengan melupakan, ingatan manusia

tidak bisa begitu saja menghapus apa yang sudah terjadi. Namun,

memaafkan berarti memilih untuk tidak lagi membiarkan luka itu

mengendalikan hati. Seseorang boleh saja mengingat peristiwa

yang menyakitkan, tetapi apabila ia memilih untuk tidak

menaruh dendam, maka itu adalah suatu hal yang hebat, ia

belajar untuk berkata, “Aku mengingat, tetapi aku tidak lagi

ingin terbakar oleh amarah yang sama.” disinilah letak kekuatan

memaafkan, memaafkan bukan soal menghapus memori yang

berlalu, melainkan soal mengubah cara kita dalam menanggapi

memori itu.

Ada orang yang beranggapan bahwa memaafkan berarti

membiarkan kesalahan orang lain seakan tidak pernah terjadi.

Padahal, memaafkan justru adalah bentuk keberanian untuk

menghadapi kenyataan. Dengan memaafkan, seseorang tidak

menolak atau mengabaikan luka, melainkan menerima bahwa itu

bagian dari perjalanan hidupnya. Dengan demikian, memaafkan