66


tetap bergerak, sehingga harapan tidak hanya berhenti di

angan-angan saja.

Ketiga, ketika lelah, ambil waktu untuk merenung dalam

do’a, karena do’a mampu menenangkan pikiran yang

kacau dan mengembalikan keyakinan yang sempat

goyah.

Keempat, jangan ragu meminta pertolongan kepada

Tuhan dalam usaha apa pun, rasa yakin bahwa kita tidak

sendirian perlu kita tanamkan dara diri, hal ini akan

membuat langkah terasa lebih ringan.

Perbandingan lain yang mudah untuk kita fahami adalah

seperti seorang petani yang menanam padi. Ia berdo’a agar

sawahnya diberi kesuburan, tetapi ia juga turun ke sawah setiap

hari, menyiangi rumput, memberi pupuk, mengairi tanah, dan

menjaga benih dari hama. Do’anya memberi kekuatan hati untuk

terus sabar, sedangkan usahanya memberi jalan bagi benih itu

untuk terus tumbuh.

Namun sebaliknya jika hanya berdo’a tanpa menanam,

maka sangat jelas tidak akan pernah ada padi yang ia impikan.

Jika hanya menanam tanpa berdo’a, ia mungkin kehilangan

ketenangan saat menghadapi bencana, tetapi dengan keduanya,

ia memiliki kekuatan untuk menerima apa pun hasil yang akan

datang