tetap bergerak, sehingga harapan tidak hanya berhenti di
angan-angan saja.
Ketiga, ketika lelah, ambil waktu untuk merenung dalam
do’a, karena do’a mampu menenangkan pikiran yang
kacau dan mengembalikan keyakinan yang sempat
goyah.
Keempat, jangan ragu meminta pertolongan kepada
Tuhan dalam usaha apa pun, rasa yakin bahwa kita tidak
sendirian perlu kita tanamkan dara diri, hal ini akan
membuat langkah terasa lebih ringan.
Perbandingan lain yang mudah untuk kita fahami adalah
seperti seorang petani yang menanam padi. Ia berdo’a agar
sawahnya diberi kesuburan, tetapi ia juga turun ke sawah setiap
hari, menyiangi rumput, memberi pupuk, mengairi tanah, dan
menjaga benih dari hama. Do’anya memberi kekuatan hati untuk
terus sabar, sedangkan usahanya memberi jalan bagi benih itu
untuk terus tumbuh.
Namun sebaliknya jika hanya berdo’a tanpa menanam,
maka sangat jelas tidak akan pernah ada padi yang ia impikan.
Jika hanya menanam tanpa berdo’a, ia mungkin kehilangan
ketenangan saat menghadapi bencana, tetapi dengan keduanya,
ia memiliki kekuatan untuk menerima apa pun hasil yang akan
datang