baru. Dengan adanya dukungan keluarga, pasangan,
teman, atau bahkan orang asing yang memberi kata-kata
sederhana bisa menjadi kekuatan besar untuk kembali
bangkit.
Kelima, jangan lupakan peran do’a dan harapan. Ada
hal-hal yang tidak bisa dijangkau oleh usaha semata.
Dalam kelelahan, doa menjadi tempat bersandar,
sekaligus cara untuk menenangkan hati. Dengan do’a,
kita diajarkan bahwa ada kekuatan lebih besar dari diri
kita yang selalu siap membantu, dalam prespektif agama
sendiri kita senantiasa dituntuk untuk selalu berdo’a dan
berikhtiar atau berusaha.
Dalam falsafah minang sendiri diajarkan “alam takambang
manjadi guru,” maknanya apa? Artinya segala sesuatu yang ada
di alam semesta ini dapat kita jadikan sebagai guru. Dengan
mengamati dunia binatang saja kita dapat mengambil banyak
Pelajaran berharga untuk kembali bagkit disaat rasa ingin
menyerah itu datang. Mari kita bayangkan jika seandainya
seekor kupu-kupu menyerah dalam perjalanan hidupnya untuk
menjadi seekor kupu-kupu yang indah dipandang mata, mungkin
sampai saat ini kita tidak akan dapat menikmati keindahannya.
Kupu-kupu mengawali kehidupannya dari sebutir telur
yang sangat kecil, melnajutkannya menjadi seekor larva, ulat dan
kemudian menjadi sebuah kepompong. Ia berjuang keras untuk