56


dengan sabar. Sabar itu bukan berarti sesuatu yang

pasif, melainkan tetap berusaha dengan tekun sambil

percaya bahwa waktu akan membawa hasilnya sendiri.

  1. Ketiga, kegagalan memberi kesempatan untuk

memperbaiki diri. Mungkin cara kita salah, mungkin

strategi kita kurang tepat, atau mungkin kita belum

menyiapkan diri sebaik yang seharusnya. Dengan

kegagalan, kita dipaksa untuk mengevaluasi ulang.

Evaluasi inilah yang membuat langkah berikutnya lebih

kuat.

  1. Keempat, kegagalan melatih daya tahan mental, tidak

semua orang mampu bangkit setelah jatuh. Tetapi justru

di situlah letak kekuatan manusia. Kemampuan untuk

mencoba lagi. Semakin sering kita bangkit, semakin

tangguh pula mental kita. Dengan menganggap

kegagalan sebagai sarana untuk melatih daya tahan

mental, maka suatu hari nanti, disaat kita telah berhasil,

kita bisa menoleh ke belakang dan berkata: “Saya

sampai di sini bukan karena tidak pernah gagal, tetapi

karena saya tidak pernah berhenti untuk bangkit.”

  1. Kelima, kegagalan mengajarkan arti dari kata syukur.

Ketika gagal, kita belajar menghargai hal-hal kecil yang