Seandainya kegagalan jatuh itu membuat anak kecil
berhenti mencoba, maka ia tidak akan pernah merasakan
nikmatnya berjalan bebas. Begitu pula dengan kita. Kegagalan
yang kita alami hanyalah bagian dari proses pertumbuhan
menuju kesuksesan yang lebih besar.
Begitu juga dengan hidup, hiduppun sering kali dapat
dianalogikan seperti musim. Ada musim hujan, ada musim
kemarau, dan keduanya memiliki peran penting dalam siklus
alam. Musim hujan memang bisa membawa banjir, tetapi ia juga
menyuburkan tanah. Musim kemarau memang kering dan panas,
tetapi ia memberi waktu bagi tanah untuk beristirahat sebelum
kembali ditanami. Demikian pula dengan kegagalan, ia mungkin
membawa rasa pahit dan membuat kita berhenti sejenak, tetapi
di balik itu ia menyiapkan diri kita untuk musim berikutnya, saat
keberhasilan mulai tumbuh. Dengan sudut pandang ini,
kegagalan tidak lagi kita lihat sebagai akhir dari segalanya ,
melainkan sebagai bagian dari keseimbangan hidup yang
memang harus dijalani.