50


kegagalan bukanlah tanda untuk berhenti, melainkan tanda

bahwa ada hal-hal baru yang harus dipelajari setiap waktunya.

Dengan begitu, ketekunan melatih kita untuk lebih bijaksana

dalam menghadapi tantangan, bukan hanya keras kepala tanpa

tujuan. Ia melatih kesabaran, melatih disiplin, dan melatih hati

agar tidak mudah tergoda untuk mencari jalan pintas.

Selain itu, ketekunan memiliki kaitan yang sangat erat

dengan keyakinan, seseorang akan lebih mudah tekun jika ia

memiliki keyakinan kuat pada mimpi yang diperjuangkannya.

Keyakinan inilah yang menjadi bahan bakar saat tenaga mulai

melemah, dan keyakinan pula yang membuat seseorang rela

menanggung rasa sakit sementara demi kebahagiaan di masa

depan. Tanpa adanya keyakinan, ketekunan akan mudah goyah,

sebaliknya, dengan keyakinan, langkah sekecil apa pun tetap

berarti karena ada tujuan yang jelas di depan. Maka, menjaga

keyakinan pada mimpi sama pentingnya dengan bekerja keras

untuk meraihnya.

Ketekunan juga menuntut adanya konsistensi. Banyak

orang bersemangat di awal, tetapi kehilangan arah di tengah

perjalanan. Konsistensi menjaga api semangat agar tidak padam

perlu untuk dilakukan, meski kadang nyalanya kian hari kian

mengecil. Konsistensi berarti melakukan sesuatu secara

berulang, meski tidak selalu terlihat hasilnya segera. Sama

halnya dengan seorang petani yang menanam benih, ia tidak bisa