35


Dalam perjalanan kehidupan juga perlu kesadaran penuh

akan pentingnya aktivitas yang bermakna, mengisi hari tidak

selalu berarti melakukan hal-hal besar yang mengubah dunia.

Terkadang, aktivitas sederhana tetapi dilakukan secara konsisten

dapat memberi pengaruh yang signifikan dalam kehidupan.

Membaca satu atau dua halaman buku setiap hari, misalnya, jika

dilakukan terus-menerus akan menghasilkan pemahaman baru

yang luas. Demikian pula dalam bekerja, sikap tekun dalam

menyelesaikan tugas kecil justru akan menumbuhkan

kedisiplinan yang bermanfaat jangka panjang. Oleh karena itu,

ukuran kebermanfaatan bukan hanya dilihat dari besar atau

kecilnya aktivitas, melainkan dari konsistensi dan tujuan yang

mendasarinya.

Mungkin kita sudah tidak pamiliar lagi dengan pepatah

lama “waktu Adalah uang” pepatah ini sebenarnya mengajarkan

kita agar dapat membagi waktu dengan bijak, agar hari terisi

dengan hal bermanfaat seseorang perlu membagi waktunya

secara seimbang. Tidak semua waktu harus dipakai untuk

bekerja, tetapi tidak juga seluruh waktu dihabiskan untuk

bersantai. Pembagian waktu yang bijak dapat meliputi beberapa

aspek berikut:

  1. Waktu untuk bekerja atau belajar. Inilah bagian yang

menjadi tanggung jawab utama, baik dalam mencari

nafkah maupun menuntut ilmu.