demikian, yang penting bukan hanya panjangnya umur, tetapi
apa yang dilakukan selama umur itu.
Selain itu waktu juga bisa dipandang sebagai ujian, ada
orang yang memiliki banyak waktu luang tetapi tidak
memanfaatkannya, sementara ada yang memiliki kesibukan
padat tetapi tetap produktif. Hal ini menunjukkan bahwa bukan
soal banyak atau sedikitnya waktu yang tersedia, melainkan
kesediaan untuk menggunakannya dengan baik. Ungkapan “saya
tidak punya waktu” yang sering kita dengat sebenarnya kurang
tepat. Semua orang memiliki waktu yang sama. Namun yang
membedakan hanyalah bagaimana seseorang memberi prioritas.
Jika sesuatu benar-benar penting, maka ia akan menyisihkan
waktu untuk itu dan sebaliknya.
Menghargai waktu setiap hari tidak juga berarti kita harus
selalu mengisi setiap detik dengan pekerjaan besar. Justru, cara
sederhana yang dilakukan dengan konsisten seringkali lebih
bermakna. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan antara
lain: Menyusun prioritas yang harus dilakukan, Mengurangi
penundaan. Memanfaatkan waktu luang. Waktu senggang dapat
dipakai untuk membaca, menulis, atau sekadar melakukan
istirahat yang berkualitas. Meluangkan waktu untuk hal penting
seperti, pasangan, keluarga, kesehatan, dan hubungan spiritual
tidak boleh diabaikan meski sibuk dengan pekerjaan. Dengan