32


demikian, yang penting bukan hanya panjangnya umur, tetapi

apa yang dilakukan selama umur itu.

Selain itu waktu juga bisa dipandang sebagai ujian, ada

orang yang memiliki banyak waktu luang tetapi tidak

memanfaatkannya, sementara ada yang memiliki kesibukan

padat tetapi tetap produktif. Hal ini menunjukkan bahwa bukan

soal banyak atau sedikitnya waktu yang tersedia, melainkan

kesediaan untuk menggunakannya dengan baik. Ungkapan “saya

tidak punya waktu” yang sering kita dengat sebenarnya kurang

tepat. Semua orang memiliki waktu yang sama. Namun yang

membedakan hanyalah bagaimana seseorang memberi prioritas.

Jika sesuatu benar-benar penting, maka ia akan menyisihkan

waktu untuk itu dan sebaliknya.

Menghargai waktu setiap hari tidak juga berarti kita harus

selalu mengisi setiap detik dengan pekerjaan besar. Justru, cara

sederhana yang dilakukan dengan konsisten seringkali lebih

bermakna. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan antara

lain: Menyusun prioritas yang harus dilakukan, Mengurangi

penundaan. Memanfaatkan waktu luang. Waktu senggang dapat

dipakai untuk membaca, menulis, atau sekadar melakukan

istirahat yang berkualitas. Meluangkan waktu untuk hal penting

seperti, pasangan, keluarga, kesehatan, dan hubungan spiritual

tidak boleh diabaikan meski sibuk dengan pekerjaan. Dengan