Kesadaran akan keterbatasan membuat manusia terkadang
hidup lalai karna kurangnya kesadaran akan pentingnya
menghargai waktu. Tidak seorang pun mengetahui berapa lama
ia akan hidup. Umur adalah rahasia Tuhan. Karena itu, waktu
seharusnya dipandang sebagai amanah yang harus dijaga.
Dalam beberapa kasus seseorang baru memahami nilai
waktu setelah kehilangan kesempatan. Ada yang menyesal
karena masa mudanya terbuang tanpa belajar, ada yang kecewa
karena terlalu lama menunda usaha untuk meraih cita-cita, ada
pula yang baru menghargai kebersamaan setelah orang
terdekatnya telah tiada. Semua ini menjadi pengingat bahwa
waktu harus dihargai selagi masih ada. Kesadaran akan
keterbatasan waktu membuat kita lebih selektif dalam menjalani
hari. Dengan demikian, kegiatan sehari-hari bukan hanya
rutinitas, tetapi juga langkah kecil yang memberi arah pada
kehidupan.
Dimensi relatif waktu cendrung terasa berbeda bagi setiap
orang. Satu jam menunggu bisa terasa sangat lama, tetapi satu
jam berkumpul dengan orang terdekat bisa terasa singkat. Hal ini
menunjukkan bahwa nilai waktu lebih ditentukan oleh kualitas
pengalaman daripada panjangnya durasi. Hal ini sama dengan
orang yang hidup panjang, namun sedikit memberi kontribusi.
Sebaliknya, ada pula orang yang hidup singkat, tetapi
meninggalkan karya dan kebaikan yang dikenang lama. Dengan