sedih, tetapi juga menjadi energi untuk sesuatu yang bermanfaat.
Sering kali, karya besar lahir dari rasa sakit yang dalam. Sejarah
membuktikan bahwa banyak penemuan, seni, bahkan gerakan
sosial lahir dari orang-orang yang pernah merasakan luka dan
ingin mencegah orang lain merasakan hal yang sama. Dari sini
kita perlu tanamkan kedalam diri bahwa luka bukan berarti harus
kita hilangkan dengan gaya hidup yang tidak baik, bukan berarti
harus dihilangkan dengan narkoba, alkohol dan semacamnya,
ada banyak cara yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain
untuk menghilangkan luka itu.
Yang terpenting juga untuk kita ingat bahwa, luka bukanlah
sesuatu yang harus ditanggung sendirian. Banyak orang merasa
malu atau lemah ketika berbicara tentang penderitaan mereka,
padahal berbagi cerita sering kali menjadi kunci penyembuhan.
Dukungan dari keluarga, teman, atau bahkan tenaga profesional
bisa membantu kita melihat luka dari perspektif baru. Ketika
seseorang mendengarkan dengan tulus, kita merasa tidak
sendirian, dan dari situlah kita dapat melihat kembali cahaya
yang dulu meredut itu mulai muncul Kembali sedikit demi
sedikit.
Cahaya yang lahir dari sebuah luka tidak selalu berarti
menjadi tokoh besar atau menginspirasi banyak orang. Kadang
cahaya itu sesederhana hanya untuk menjadikan kita menjadi
pribadi yang lebih sabar, lebih memahami orang lain, atau lebih