akhirnya, luka itu adalah proses yang membentuk ketangguhan
fisik dan mental.
Namun tidak semua orang bisa segera menemukan cahaya
dari luka yang dialaminya. Ada proses panjang yang harus
dilalui. Kadang butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun
tahun, untuk benar-benar berdamai dengan pengalaman tertentu,
atau bahkan ada yang sama sekali tidak dapat menghapus luka
itu dari dalam dirinya. Namun luka itu juga tidak dia jadikan
sebagai alasan untuk menghalanginya dari kegiatan yang
bermanfaat. Dalam masa itu juga wajar jika masih ada air mata,
wajar jika hati terasa berat, wajar pula jika muncul perasaan
putus asa. Semua itu adalah bagian dari perjalanan penyembuhan
diri dari luka itu., perlu kita ingat bahwa yang paling penting
adalah kita tidak berhenti di tengah jalan. Selangkah demi
selangkah kita belajar menerima, melepaskan, dan menemukan
kembali makna hidup, hidup sangat berharga sehingga sangat
tidak layak langkah kita terhenti hanya karna sedikit luka yang
datang menghujam hati.
Belajar dari luka juga berarti berani menyalurkan rasa sakit
kedalam bentuk yang lebih konstruktif, produktif dan inovatif.
Ada orang yang menuangkan lukanya dalam tulisan, lukisan, ada
juga yang menekuni olahraga untuk menghilangkan luka itu dari
dalam dirinya, ada yang menemukan makna baru dalam kegiatan
sosial. Dengan cara itu, luka tidak hanya berhenti menjadi cerita