20


akhirnya, luka itu adalah proses yang membentuk ketangguhan

fisik dan mental.

Namun tidak semua orang bisa segera menemukan cahaya

dari luka yang dialaminya. Ada proses panjang yang harus

dilalui. Kadang butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun

tahun, untuk benar-benar berdamai dengan pengalaman tertentu,

atau bahkan ada yang sama sekali tidak dapat menghapus luka

itu dari dalam dirinya. Namun luka itu juga tidak dia jadikan

sebagai alasan untuk menghalanginya dari kegiatan yang

bermanfaat. Dalam masa itu juga wajar jika masih ada air mata,

wajar jika hati terasa berat, wajar pula jika muncul perasaan

putus asa. Semua itu adalah bagian dari perjalanan penyembuhan

diri dari luka itu., perlu kita ingat bahwa yang paling penting

adalah kita tidak berhenti di tengah jalan. Selangkah demi

selangkah kita belajar menerima, melepaskan, dan menemukan

kembali makna hidup, hidup sangat berharga sehingga sangat

tidak layak langkah kita terhenti hanya karna sedikit luka yang

datang menghujam hati.

Belajar dari luka juga berarti berani menyalurkan rasa sakit

kedalam bentuk yang lebih konstruktif, produktif dan inovatif.

Ada orang yang menuangkan lukanya dalam tulisan, lukisan, ada

juga yang menekuni olahraga untuk menghilangkan luka itu dari

dalam dirinya, ada yang menemukan makna baru dalam kegiatan

sosial. Dengan cara itu, luka tidak hanya berhenti menjadi cerita