memahami apa yang terjadi, lalu secara perlahan mencari makna
di balik peristiwa tersebut.
Ketika luka diterima dengan kesadaran, kita mulai bisa
melihat sisi lain dari pengalaman pahit itu. Misalnya, seseorang
yang gagal dalam usahanya akan belajar bahwa kegigihan tidak
cukup tanpa strategi. Orang yang kehilangan orang yang
dicintainya akan lebih menghargai kebersamaan dengan orang
lain yang masih ada di sisinya. Orang yang pernah dikhianati
akan belajar lebih hati-hati dalam mempercayai, sekaligus
memahami bahwa tidak semua orang memiliki niat baik,
sebagaimana yang telah kita bahas pada bab sebelumnya.
Dengan kata lain, luka memberi kita kesempatan untuk meninjau
ulang cara kita menjalani hidup.
Luka juga memiliki peran penting dalam membentuk
kedewasaan seseorang. Orang yang tidak pernah terluka
mungkin akan kesulitan memahami penderitaan orang lain.
Sementara orang yang pernah merasakan pahitnya hidup
biasanya lebih mudah berempati dengan keadaan oaring lain
disekitarnya, oaring yang pernah terluka cenderung akan lebih
bijaksana dalam berbicara, dan lebih tenang dalam mengambil
keputusan. Luka menjadikan seseorang lebih realistis, tidak
mudah terjebak dalam fantasi berlebihan, dan lebih siap
menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Pada