dipandang sebagai salah satu faktor pelindung yang memperkuat
resiliensi individu.
Banyak penelitian psikologi yang menunjukkan bahwa
seseorang dengan tingkat spiritualitas tinggi lebih mampu
bertahan menghadapi guncangan emosional, lebih cepat bangkit
dari trauma, serta tidak mudah terjerumus dalam rasa putus asa.
Hal ini karena spiritualitas memberi makna yang mendalam atas
setiap pengalaman, bahkan pengalaman yang pahit sekalipun.
Dengan memaknai penderitaan dalam kerangka spiritual,
seseorang tidak hanya menanggung kesulitan, tetapi juga
mengubahnya menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan
dirinya. Inilah yang membuat ketenangan spiritual menjadi
pondasi penting bagi kesehatan mental yang kokoh.
Jika itinjau dari sisi sosial, ketenangan spiritual berperan
dalam membangun harmoni di tengah masyarakat. Individu yang
tenang secara spiritual cenderung lebih sabar, lebih lapang dada,
serta tidak mudah tersulut konflik. Hal ini berimplikasi pada
hubungan sosial yang lebih sehat, karena interaksi tidak lagi
didominasi oleh emosi negatif, melainkan oleh kesadaran akan
pentingnya menjaga kedamaian bersama. Dalam kehidupan
sosial, manusia selalu berhadapan dengan perbedaan: perbedaan
cara berpikir, perbedaan latar belakang, maupun perbedaan
kepentingan.