bahwa perjalanan panjang ini tidak selalu bisa diprediksi, dan
justru karena itulah perlu penyerahan hati sepenuhnya. Ketika
dua sikap ini menyatu, lahirlah keteguhan yang membuat
langkah tidak mudah goyah meskipun jalan penuh dengan
rintangan.
Dalam kondisi seperti itu, hati manusia akan merasakan
kedamaian, karena ia tahu bahwa apa pun yang menimpanya
selalu dalam pengawasan dan bimbingan Tuhan. Kedamaian
inilah yang kemudian menjadi sumber kekuatan batin untuk terus
berjalan, sekaligus menjadi cahaya yang menuntun ke arah yang
lebih bermakna, jika kita ibaratkan antara tawakkal dan Ikhlas ini
ibaratkan dua sisi koin yang harus selalu ada, dan harus selalu
berjalan berdampingan.