115


bahwa perjalanan panjang ini tidak selalu bisa diprediksi, dan

justru karena itulah perlu penyerahan hati sepenuhnya. Ketika

dua sikap ini menyatu, lahirlah keteguhan yang membuat

langkah tidak mudah goyah meskipun jalan penuh dengan

rintangan.

Dalam kondisi seperti itu, hati manusia akan merasakan

kedamaian, karena ia tahu bahwa apa pun yang menimpanya

selalu dalam pengawasan dan bimbingan Tuhan. Kedamaian

inilah yang kemudian menjadi sumber kekuatan batin untuk terus

berjalan, sekaligus menjadi cahaya yang menuntun ke arah yang

lebih bermakna, jika kita ibaratkan antara tawakkal dan Ikhlas ini

ibaratkan dua sisi koin yang harus selalu ada, dan harus selalu

berjalan berdampingan.