bersalah atau dikuasai rasa takut yang menghantui. Sesorang
yang bertawakkal akan belajar untuk hidup pada saat ini,
berusaha dengan sungguh-sungguh, dan selebihnya diserahkan
kepada Tuhan.
Selain itu, ikhlas dan tawakal memiliki pengaruh besar
dalam menjaga kesehatan mental dan emosional. Orang yang
ikhlas lebih jarang mengalami gejolak batin yang
berkepanjangan karena ia tidak terikat pada hasil atau penilaian
manusia. Seseorang yang senantiasa bertawakkal akan mampu
menata hatinya agar tetap tenang meskipun menghadapi
kegagalan atau penolakan.
Dengan adanya sifat tawakal akan memperkuat
ketenangan dengan memberikan rasa percaya diri bahwa setiap
usaha manusia akan selalu bernilai, meskipun hasilnya tidak
sesuai dengan harapan. Dengan demikian, sikap ikhlas dan
tawakal membantu manusia membangun daya tahan psikologis
yang kuat, sehingga ia mampu bertahan dalam situasi sulit
sekalipun. Dalam dimensi moral, ikhlas dan tawakal mendorong
lahirnya kejujuran dan kesungguhan dalam tindakan.
Seseorang yang ikhlas tidak akan melakukan sesuatu
hanya untuk kepentingan sesaat atau demi citra diri, melainkan
benar-benar karena dorongan kebaikan. Tawakal membuatnya
tidak terjebak pada manipulasi demi mencapai tujuan, karena ia
yakin bahwa hasil terbaik datang dari kuasa Tuhan, bukan dari