108


mana harus melangkah ketika dihadapkan pada persimpangan

besar. Tetapi ketika hati disandarkan kepada sang pencipta, arah

itu secara perlahan akan mulai terbuka, meski mungkin tidak

langsung terlihat jelas oleh mata, tetapi keyakinan yang tumbuh

di dalam jiwa membuat langkah terasa lebih ringan.

Resah yang semula membingungkan diri, kini menjadi

petunjuk bahwa manusia perlu mendekat, perlu berserah, dan

perlu mempercayakan perjalanan kepada yang maha kuasa. Dari

situlah, setiap langkah ke depan menjadi lebih mantap, bukan

karena jalannya bebas hambatan, tetapi karena hati telah

menemukan pegangan yang kokoh untuk tempat bersandar yang

selalu ada kapanpun dan dimanapun.

Menyadari bahwa mengembalikan segala resah kepada

Tuhan bukan hanya soal menghadapi masalah besar dalam

hidup, tetapi juga tentang membiasakan hati untuk selalu

Kembali, dalam perkara kecil sekalipun. Manusia bisa melatih

diri untuk selalu bersandar kepada sang pencipta, sehingga

hubungan dengan sang pencipta tidak hanya terjadi ketika hidup

terasa sulit, tetapi juga ketika hidup sedang berjalan baik.

Kebiasaan ini membuat hati lebih stabil, tidak mudah goyah oleh

perubahan keadaan.

Orang yang selalu menyandarkan semunya kepada Tuhan,

secara ia perlahan akan tahu bahwa resah hanyalah bagian kecil

dari perjalanan hidup, sementara pegangan sejatinya adalah