107


menyembuhkannya. Tetapi ketika hati berlabuh kepada Tuhan,

ada kedalaman ketenangan yang tak bisa diguncang oleh situasi

apa pun. Sekalipun itu dalam penderitaan, hati yang bersandar

padnya tetap dapat menemukan cahaya, bahkan dalam

kehilangan, jiwa yang kembali kepadanya tetap mampu

merasakan kehadirannya sebagai penopang hidup. Inilah

ketenangan sejati, bukan karena tidak ada masalah, melainkan

karena ada keyakinan bahwa bersama Tuhan, segala resah tidak

lagi menakutkan.

Jika kita tinjau untuk kehiupan yang lebih jauh kedepan,

maka menyerahkan keresahan kepada Tuhan dapat membentuk

sikap rendah hati. Manusia menyadari bahwa hidup bukan

semata hasil usaha dan perhitungan logis, melainkan juga

anugerah dan kuasa dari sang pencipta yang maha kuasa.

Kesadaran ini menjauhkan manusia dari kesombongan, sebab ia

tahu bahwa keberhasilan, rezeki, maupun kebahagiaan yang ia

miliki sejatinya hanyalah titipan dari yang esa. Dengan

demikian, resah yang dialami tidak lagi dipandang sebagai

hukuman, melainkan sebagai pengingat bahwa manusia

senantiasa membutuhkan bimbingan. Justru karena itulah,

keresahan menjadi kesempatan untuk kembali dekat dengan sang

pencipta segalanya.

Mengembalikan resah juga berarti menemukan arah dalam

hidup, banyak orang tersesat dalam kebingungan, tidak tahu ke