84


Setiap keagamaan yang ada, selalu mengajarkan kepada

pengikutnya untuk senantiasa saling memaafkan. Dalam ajaran

Islam, memaafkan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Al

Qur’an berulang kali menyebutkan bahwa Allah SWT adalah

Maha Pengampun, dan sifat ini menjadi teladan bagi manusia

untuk saling memberi maaf. Salah satu ayat menyebutkan:

“Maka maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampun bagi

mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan

itu…” (QS. Ali Imran: 159). Dari sini terlihat bahwa memaafkan

bukan hanya soal pribadi, tetapi juga menjadi syarat terciptanya

kehidupan sosial yang lebih sehat.

Dalam kehidupan sehari-hari, Islam mengajarkan bahwa

memberi maaf adalah cara untuk menjaga silaturahmi,

menghapus permusuhan, dan memperkuat persaudaraan. Nabi

Muhammad SAW pun dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih,

bahkan kepada mereka yang pernah menyakitinya. Contoh

paling terkenal adalah saat beliau memaafkan penduduk Makkah

pada peristiwa Fathu Makkah, padahal sebelumnya beliau diusir,

dihina, dan diperangi. Dari teladan ini, umat diajarkan bahwa

memaafkan bukan kelemahan, tetapi kekuatan yang mampu

melahirkan persatuan.

Sementara dalam tradisi Kristen sendiri, memaafkan juga

merupakan salah satu inti ajaran iman. Do’a paling terkenal,

Do’a bapa kami, memuat permohonan: “Ampunilah kami atas