83


Kebahagiaan sejati memang tidak mungkin tumbuh di tanah

yang dipenuhi kebencian. Hanya hati yang bersih dari dendam

yang mampu merasakan damai, namun memaafkan tidak selalu

kita harus kembali dekat atau berhubungan seperti sedia kala

dengan orang yang menyakiti.

Ada kalanya jarak tetap perlu dijaga demi kebaikan

Bersama, memaafkan adalah urusan hati, sedangkan

melanjutkan hubungan adalah keputusan lain yang perlu

dipertimbangkan dengan bijak. Seseorang boleh memaafkan,

tetapi tetap menjaga batas agar tidak terluka kembali dilain

waktu. Justru di sinilah letak keseimbangan: kita tidak terjebak

dalam dendam, tetapi juga tidak membiarkan diri terus-menerus

disakiti.

Memaafkan juga berhubungan erat dengan rasa syukur dan

keikhlasan, ketika kita menyadari bahwa manusia tidak pernah

luput dari kesalahan, termasuk diri kita sendiri, maka lebih

mudah bagi kita untuk memahami dan memberi maaf. Seperti

halnya kita ingin dimengerti saat berbuat salah, demikian pula

orang lain berharap mendapat kesempatan kedua. Menyadari hal

ini membuat kita lebih lembut dalam menilai. Kita harus belajar

bahwa setiap orang sedang berproses, dan kesalahan sering kali

lahir dari keterbatasan atau ketidaktahuan. Dari sini, lahirlah

empati yang menuntun hati menuju maaf.