bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang menunjukkan
betapa besar kendali seseorang atas dirinya sendiri.
Proses memaafkan memang memerlukan waktu, tidak
semua orang bisa langsung melakukannya dengan spontan. Ada
yang memerlukan hari, bulan, bahkan bertahun-tahun untuk
benar-benar mampu memaafkan. Namun, yang paling penting
adalah niat dan usaha untuk perlahan membuka hati. Dengan
setiap langkah kecil menuju maaf, beban di hati akan terasa
berkurang.
Terkadang, memaafkan dimulai dari hal sederhana, berhenti
mengulang cerita buruk itu di dalam kepala, berhenti mendoakan
keburukan bagi orang yang menyakiti, atau berhenti mencari
cari alasan untuk tetap marah. Langkah kecil itu, bila dilakukan
terus-menerus, akan membuka jalan menuju kebebasan batin,
yang akan membuat hidup terasa lebih tenang.
Memaafkan juga berarti memberi hadiah untuk diri sendiri,
ketika kita melepaskan amarah, kita sedang membebaskan diri
dari racun yang secara perlahan menggerogoti dan merusak jiwa.
Dendam hanya akan membuat hati semakin gelap, sedangkan
maaf membuka jalan bagi cahaya. Dengan memaafkan, hati
terasa lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan hidup lebih lapang.
Seseorang yang mampu memaafkan akan lebih mudah
merasa bahagia, karena ia tidak lagi dibebani oleh masa lalu.