terus menghantui, seakan-akan kejadian buruk itu akan terjadi
berulang kali. Hidup menjadi sempit karena hati dipenuhi
bayangan kesalahan orang lain. Dalam keadaan seperti itu, sulit
untuk melihat ke depan, sebaliknya, memaafkan berarti
melepaskan ikatan yang membebani jiwa. Dengan memaafkan,
seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk kembali hidup
dalam kedamaian.
Memaafkan tidak sama dengan melupakan, ingatan manusia
tidak bisa begitu saja menghapus apa yang sudah terjadi. Namun,
memaafkan berarti memilih untuk tidak lagi membiarkan luka itu
mengendalikan hati. Seseorang boleh saja mengingat peristiwa
yang menyakitkan, tetapi apabila ia memilih untuk tidak
menaruh dendam, maka itu adalah suatu hal yang hebat, ia
belajar untuk berkata, “Aku mengingat, tetapi aku tidak lagi
ingin terbakar oleh amarah yang sama.” disinilah letak kekuatan
memaafkan, memaafkan bukan soal menghapus memori yang
berlalu, melainkan soal mengubah cara kita dalam menanggapi
memori itu.
Ada orang yang beranggapan bahwa memaafkan berarti
membiarkan kesalahan orang lain seakan tidak pernah terjadi.
Padahal, memaafkan justru adalah bentuk keberanian untuk
menghadapi kenyataan. Dengan memaafkan, seseorang tidak
menolak atau mengabaikan luka, melainkan menerima bahwa itu
bagian dari perjalanan hidupnya. Dengan demikian, memaafkan